Wonoayu, Radar CNN Online – Proyek pembangunan saluran irigasi menggunakan material U-Ditch di Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, yang bertujuan menunjang produktivitas petani, kini menjadi sorotan publik. Sejumlah warga menilai terdapat dugaan kekeliruan dalam perencanaan tata ruang maupun aspek teknis pelaksanaan, sehingga memunculkan pertanyaan terkait efektivitas penggunaan anggaran desa.
Beberapa titik saluran disebut tidak sepenuhnya menyesuaikan kondisi kontur lahan pertanian. Dugaan ketidaktepatan elevasi dan konstruksi dasar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa proyek tidak berjalan optimal sesuai perencanaan awal.
Masyarakat pun mempertanyakan potensi pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Jika benar terjadi kesalahan teknis yang memerlukan perbaikan ulang, nilai kerugian disebut-sebut dapat mencapai ratusan juta rupiah.
Tim media telah melakukan konfirmasi kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Wonokasian terkait proyek tersebut. Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Sekdes menyatakan tidak mengetahui detail pekerjaan dimaksud.
“Saya tidak tahu proyek itu, Mas. Saya belum menjabat,” ujarnya singkat.
Pernyataan tersebut menambah pertanyaan di tengah masyarakat. Warga berpendapat bahwa meskipun pejabat yang bersangkutan belum menjabat saat proyek dilaksanakan, pemerintah desa sebagai institusi tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan klarifikasi serta membuka dokumen perencanaan dan realisasi anggaran secara transparan.
Tim media bersama sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berencana mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan evaluasi terhadap penataan ruang dan pelaksanaan proyek yang diduga berpotensi merugikan keuangan desa.
Masyarakat berharap adanya evaluasi teknis dan administratif dari pihak berwenang guna memastikan penggunaan dana publik tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

Posting Komentar